Kabar terbaru dari aksi 287 hari ini di Jakarta

Kabar Terupdate dari TKP Aksi 287 Hari Ini

Liputan389 – Aksi 287 dari massa Presidium Alumni 212 untuk menolak Peraturan Perintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2017 digelar siang nanti. Polisi mengimbau massa untuk tertib dalam menyampaikan aksinya.

“Iya tentunya kami imbau untuk tertib dalam menyampaikan aspirasinya, mematuhi aturan batas waktu dan tidak merusak fasilitas umum,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada Liputan389, Jumat 28 Juli 2017. Massa juga diimbau untuk tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum lainnya. “Jangan sampai memblokir jalan sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya,” imbuhnya.

Polisi juga mengimbau agar massa tidak membawa atribut, atau barang-barang yang membahayakan. “Atribut yang diperbolehkan itu seperti spanduk, bendera, pengeras suara. Kalau bambu tidak boleh. Barang berbahaya lainnya seperti sajam juga tidak boleh,” jelasnya.

Polisi saat ini sudah bersiaga di titik konsentrasi massa. Total ada sekitar 10 ribu personel gabungan TNI-Polri yang mengamankan aksi tersebut. Massa akan melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu di Masjid Istiqlal. Setelah itu dilanjutkan dengan menggelar aksi di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Polisi Siapkan 2 Water Cannon dan 4 Barracuda Untuk Massa di Aksi 287 Ini

Presidium Alumni 212 akan menggelar aksi 287 memprotes Peraturan Perintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2017. Polisi pun telah menyiapkan pengamanan di sekitar bundaran Patung Arjuna Wiwaha atau biasa disebut bundaran Patung Kuda. Dari pantauan, Jumat 28 Juli 2017 polisi tampak telah bersiaga di sekitar lokasi tersebut. Tampak ada 2 mobil water cannon yang disiagakan, tepatnya di dekat Silang Monas.

Selain itu, ada pula 4 mobil barracuda yang tampak berkeliling di sekitar bundaran tersebut. Sejumlah aparat kepolisian juga tampak berjaga di Silang Monas. Sementara itu, kawat berduri telah disiagakan.

Namun belum terlihat massa aksi yang melintas di area lokasi. Salah satu pos untuk peserta aksi bertuliskan Persatuan Muslim Indonesia (Parmusi) sudah berdiri di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan. Dari dalam area Monas juga telah disiapkan mobil pemadam kebakaran.

Polisi mengimbau massa untuk tertib dalam menyampaikan aksinya. “Iya tentunya kami imbau untuk tertib dalam menyampaikan aspirasinya, mematuhi aturan batas waktu dan tidak merusak fasilitas umum,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Liputan389, Jumat 27 Juli 2017. Massa juga diimbau untuk tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum lainnya. “Jangan sampai memblokir jalan sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya,” imbuhnya.

About the Author