Seorang pria bernama Sentot baru saja ditangkap karena melarikan Bus TransJakarta

Ada Pria Pekalongan Curi Bus Transjakarta

Liputan389 – Tentu mengejutkan ketika jalanan di Pekalongan, Jawa Tengah, tiba-tiba dilintasi Bus TransJakarta. Rupanya bus bernomor polisi B 7450 TGC itu dibawa oleh Sentot Setiadi itu merupakan curian dari pool bus PT Mayasari Bhakti, Jakarta Timur.

Awal terungkapnya kasus ini setelah petugas kepolisian mengamankan Sentot dan bus yang dia bawa usai mengisi BBM pada SPBU Bondansari, Pekalongan. Sentot bahkan tidak akan membayar BBM di SPBU itu.

“Bus yang kehabisan BBM itu mengisi bahan bakar di SPBU Bondansari dan tidak membayar. Setelah ada laporan dari petugas SPBU, anggota langsung melacak dan melakukan pegejaran,” kata Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Muhammad Alan Haikel saat dihubungi Liputan389, Rabu 26 Juli kemarin.

Dihadapan petugas Polres Pekalongan, Sentot Setiadi yang warga asli Kebumen, Jawa Tengah ini, mengaku mengambil bus di pool Cijantung, Jakarta Timur dengan mengelabuhi satpam pool. Dia beralasan mau menjemput anak sekolah.

“Dari Cijantung Aku tidak kemana-mana, kok sampai sini,” jawab Sentot singkat pada Liputan389, di Mapolrs Pekalongan, di Kajen, Kamis 27 Juli kemarin.

Sentot juga mengaku tidak akan membawa uang sepeser pun. Dia mengaku tidak akan sadar saat membawa bus tersebut.

Sementara itu Pejabat Humas PT TransJakarta Wibowo mengatakan pihaknya masih mencari keterangan langsung dengan pihak Mayasari. Namun mereka masih belum mendapat keterangan lebih lanjut dari pihak Mayasari.

“Jadi kita informasinya memang mau minta keterangan dari Mayasari terkait kronologinya bagaimana. Ini kan busnya pool-nya di Mayasari, bukan bus pool-nya TJ. Kalau sebenarnya kita mau tahu lebih lengkap bus itu bisa sampai keluar bagaimana kita mau minta keterangan,” ujar Wibowo kepada wartawan, Kamis 27 Juli kemarin.

Sentot sendiri masih menjalani skorsing karena pernah melakukan pelanggaran. Sentot pernah melanggar lampu lalu lintas. Dia tidak bekerja di pool Klender, Jakarta Timur. Namun, pada hari Selasa 25 Juli 2017 sore. Dia menuju pool Cijantung dan langsung mengambil bus. Padahal, kata Manager Lapangan PT Mayasari Bhakti Daryono, untuk mengambil bus di pool harus ada Surat Perintah Jalan (SPJ), berseragam, mengenakan dasi. Namun agaknya Sentot berhasil mengelabui satpam.

“Saat ditanya satpam, ‘mana SPJ-nya?’. Dia jawab, ‘nyusul ini urgent’. Itu alasanya. Kami mengakui security kami teledor soal itu,” ujar Daryono. “Iya Aku dapat informasi itu katanya punya Mayasari Bhakti katanya yang nyuri, hebat itu nekat banget itu nyuri. Nggak tanggung-tanggung itu nyuri-nya bus Mayasari Bhakti loh, bus TransJakarta ya,” ujar Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 27 Juli kemarin.

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat bahkan menyebut sopir itu nekat. Tetapi Djarot masih belum mendapat informasi terbaru dari kasus ini. Sentot kemudian dibawa ke Polsek Ciracas, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan. Dia tiba tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB. Pemeriksaan terhadap Sentot akan dilanjutkan hari ini. Sebelumnya Sentot masih tetap mengaku tidak akan sadar saat membawa bus, bahkan mendengar bisikan misterius.

“Motifnya karena belum jelas terus kita dalami,” kata Kapolsek Ciracas Kompol Tuti Aini di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Kamis 27 Juli kemarin. “Katanya dia bawa kabur (Bus TransJakarta) itu karena ada bisikan-bisikan, nanti kita akan dalami,” kata Tuti.

About the Author