Presiden PKS ingin jakarta seperti Istanbul

Presiden PKS Ingin Jakarta Seperti Istanbul

Liputan389 – Presiden PKS Sohibul Iman senang Jakarta akan segera dipimpin Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang disebutnya sebagai pemimpin muslim. Sohibul bahkan berani bicara ingin menjadikan Jakarta seperti Istanbul.

Dalam sambutannya di acara halalbihalal Fraksi PKS bersama tokoh dan ormas Islam di aula perumahan DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa 25 Juli 2017, Sohibul menyampaikan pesan untuk Anies-Sandi. Dirinya meminta Anies-Sandi bekerja lebih baik daripada Ahok-Djarot semasa menjadi pimpinan DKI. Sohibul berpendapat, apabila tidak lebih baik, itu bisa berakibat berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada pemimpin muslim.

Lalu Sohibul juga menceritakan tentang cita-cita PKS yang ingin membuat Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penganut agama Islam dan berkontribusi pada peradaban dunia. Sohibul mengaitkan dengan kepemimpinan Erdogan di Turki, yang berawal dari Istanbul.

“Kami katakan kepada keduanya, kami ingin jadikan Jakarta ini ibaratnya Istanbul dari timur. Bahwa di sana ada kepemimpinan Erdogan yang memulainya dari Istanbul. Sukses di sana dan kemudian bisa memimpin negara Turki yang hari ini menjadi negara muslim yang dibanggakan,” kata Sohibul.

“PKS bercita-cita ingin menjadikan Indonesia dengan masyarakat muslim terbesar adalah merupakan negara yang berkontribusi besar bagi perkembangan peradaban dunia. Semoga bisa dilaksanakan dengan kebersamaan kita semua,” tuturnya.

Anies-Sandi akan dilantik pada Oktober 2017. Keduanya sudah menyiapkan serangkaian program untuk memajukan Jakarta, di antaranya yang paling menjadi perhatian adalah program rumah DP 0 rupiah.

Presiden PKS Katakan Alasan Prabowo dan SBY

Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini merespons positif rencana pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono malam nanti. Jazuli punya alasan pertemuan kedua tokoh itu membuat heboh.

“Mengapa pertemuan Pak Prabowo dan SBY heboh? Karena itu kan jarang terjadi sehingga menjadi hal menarik. Sedangkan pertemuan dengan PKS kurang terlalu menarik karena memang sangat intens bertemu,” kata Jazuli di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 27 Juli 2017.

Menurut Jazuli, pertemuan itu dinilai wajar mengingat pemilu serentak sudah dekat pada 2019. Sebagai ‘koalisi permanen’ dengan Gerindra, tentu saja PKS juga menyambut baik komunikasi dengan Demokrat itu.

“Nanti akan kita lakukan komunikasi tentu. Penyatuan itu kan awalnya dari komunikasi dahulu, penjajakan, kesepahaman, dan seterusnya,” ujar Jazuli.

“PKS terbuka dengan seluruh partai, baik yang disahkan maupun partai yang baru akan disahkan,” tuturnya.

Pertemuan Prabowo dengan SBY dijadwalkan berlangsung malam nanti di Cikeas, Jawa Barat. Sejumlah agenda akan dibahas, termasuk soal Pilpres 2019 dan koalisi.

About the Author