Alumni aksi 212 dan juga 287 ingin melakukan semua hal yang buruk untuk negara Indonesia

Alumni 212 Anggap Aksi Bela Hary Tanoe adalah Solidaritas

Liputan389 – Presidium Alumni 212 datang mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM). Salah satu hal yang diadukan ialah perkara pidana yang dihadapi oleh Hary Tanoesoedibjo. Massa meminta bos MNC Grup tersebut tidak dikriminalisasi. Ketua Presidium Alumni 212 Ansfuri Idrus Sambo mengatakan dukungan tersebut didasarkan solidaritas.

“Hal ini kami lakukan bukan dalam rangka pembelaan ataupun dukungan politik kepada HT. Tapi hanya semata-mata solidaritas antaranak bangsa yang juga ikut dikriminalisasi oleh rezim penguasa saat ini,” kata Ansufri dalam keterangan tertulisnya, Jumat 14 Juli 2017.

Dia mengatakan tidak ada kepantingan apapun dalam pengajuan kasus ke Komnas HAM ini. Dia juga menyatakan Presidium Alumni 212 tidak pernah mendapat sesuatu dari pihak manapun.

“Tidak ada kepentingan apapun dalam pengajuan kasus ini ke Komnas HAM. Kami tidak kenal HT, tidak pernah bertemu dan memang tidak ingin bertemu. Tidak pernah berhubungan baik telepon, SMS, WA maupun melalui sarana penghubung lainnya. Juga kami tidak pernah mendapat sesuatu apapun dari pihak manapun bahkan iming-iming sesuatu dalam pengaduan kasus ini,” ungkapnya.

Ansufri mengatakan dukungan ini akan diberikan kepada semua anak bangsa. Dia mengatakan, pembelaan terhadap masyarakat yang terzalimi sebagai kebaikan yang diajarkan Islam.

“Akan kami lakukan pembelaan kepada siapapun dari anak bangsa ini yang dikriminalisasi oleh rezim penguasa. Kami berpendapat bahwa pembelaan kepada siapapun yang dizalimi oleh siapapun adalah bagian dari kebaikan yang diajarkan Islam,” ujarnya.

Alumni 212 Ditegur Habib Rizieq Karena bela Hary Tanoe

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kecewa dan mengkritik Presidium Alumni 212 yang membela Hary Tanoesoedibjo. Pimpinan Presidium Alumni 212 pun memberi klarifikasi kepada ulama soal pengaduan mereka ke Komnas HAM.

“Setelah aksi ke Komnas HAM, kita dipanggil oleh pimpinan ulama, kiai, habaib di Pondok Pesantren Al Umm, (yaitu) Kiai Misbah. Kiai Misbah ini sebagai Dewan Suro FPI. Saya dengan Ustaz Sambo datang ke sana, klarifikasi apa yang kita masukkan pada pengaduan ke Komnas HAM,” kata Ustaz Hasri Harahap yang sempat menjabat sebagai Sekretaris Presidium Alumni 212 kepada Liputan389, Selasa 18 Juli 2017.

“Kesimpulannya, umat Islam, ulama, dan habaib tersinggung dengan PA 212 (Presidium Alumni 212) memasukkan Hary Tanoe sebagai orang yang dibela. Ustaz Sambo sebagai ketua minta maaf kepada umat Islam dan terutama kepada pimpinan umat Islam, ulama, dan habaib,” ujarnya.

“Poin kedua, menyerahkan PA 212 kepada umat Islam, kepada ulama yang dipimpin oleh Habib Rizieq. Jadi untuk sementara ini, Ustaz Sambo dan saya sebagai sekretaris cool down dulu. Dan semalam, sudah dibuat pengurusan baru oleh Kiai Misbah,” ucap dia.

Hasri mengatakan, dalam diskusi dan musyawarah tersebut, Rizieq memonitor langsung dari luar negeri. Pada kesempatan ini, Hasri dan Ansufri Sambo, yang pada saat itu menjabat Ketua Presidium Alumni 212, menyampaikan permohonan maaf. Hal ini dilakukan karena keputusan membela Hary Tanoe sebagai sebuah kesalahan. Dukungan tersebut juga, lanjutnya, itu berarti menyinggung perasaan umat Islam. Setelah itu, dilakukan pergantian kepengurusan Presidium Alumni 212. Hasri sendiri saat ini menjabat Wakil Ketua Presidium Alumni 212.

About the Author