Ustaz Sambo yang memimpin aksi 212 dan juga aksi 287 kembali berkoar membela yang salah

Ustaz Sambo Dicopot karena Aksi Bela Hary Tanoe

Liputan389 – Ustaz Ansufri Sambo enggan disebut dicopot dari posisi Ketua Presidium Alumni 212. Sambo mengaku mundur dari jabatannya itu. Sambo pun mengamini bila hal itu berkaitan dengan dukungannya terhadap Hary Tanoesoedibjo. Dia merasa benar sedangkan forum menyatakan sebaliknya.

“Iya intinya begini, kita berani bertanggung jawab keputusan yang diambil. Ya membiasakan juga. Kalau misalnya kita nggak ini, ya mundur. Harus jantan, tapi tetap berada dalam komando,” kata Sambo di sela aksi 287 di bundaran Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat 28 Juli 2017. “Ya salah satunya. Kalau saya menganggap itu benar tapi forum mengatakan itu tidak benar, ya sudah,” ujar Sambo.

Kini Sambo tidak berada di kepengurusan. Namun dia merasa bila jiwanya telah berada dengan presidium alumni 212. Sebelumnya, buntut aksi membela Hary Tanoe, pergantian terjadi di kepengurusan Presidium Alumni 212. Sambo yang sedianya menjabat sebagai Ketua Presidium Alumni 212 dan Hasri Harahap selaku sekretaris menyerahkan kepengurusan mereka.

“Nggak di pengurus, tapi tetap, karena jiwa saya itu di sini,” kata Sambo. “Jadi bukan dicopot?” tanya wartawan lagi.

“Bukan, membiasakan mundur kalau ada sesuatu,” jawab Sambo.

“Setelah Jumat malam Sabtu, Ustaz Sambo serahkan PA 212 kepada umat Islam, cq kepada Habib Rizieq, tadi malam ada musyawarah yang disegarkan kepengurusan di PA 212. Jadi tadi malam, hasil musyawarahnya, Ketua PA 212 dikomandoi oleh Slamet Maarif, jubir FPI,” kata Hasri Harahap kepada tim Liputan389, Selasa 18 Juli 2017 lalu.

“Setelah aksi ke Komnas HAM kita dipanggil oleh pimpinan ulama, kiai, habaib di Pondok Pesantren Al Umm, adalah Kiai Misbah. Kiai Misbah ini sebagai Dewan Suro FPI. Saya dengan Ustaz Sambo datang ke sana, klarifikasi apa yang kita masukkan pada pengaduan ke Komnas HAM,” ungkapnya.

Pergantian pengurusan ini dilakukan setelah Presidium Alumni 212 datng menyampaikan aduan ke Komnas HAM pada Jumat 14 Juli 2017 lalu. Pada kesempatan itu, mereka minta Hary Tanoe untuk tidak dikriminalisasi.

Dukungan pada bos MNC Grup ini membuat Presidium Alumni 212 ditegur oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Sambo dan Hasri juga sempat diminta klarifikasi ke Pondok Pesantren Al Umm yang asuhan Kiai Misbahul Anam Jl. Jamblang 30, Cempaka Putih, Ciputat, Jakarta Selatan. Hasri mengatakan pada kesempatan itu, mereka berdua pun meminta maaf atas aksi dukungan tersebut. Setelah itu, dilakukan pergantian kepengurusan Presidium Alumni 212.

About the Author