Pidato dari Viktor Laiskodat yang membuat heboh semua anggota lawan partai.

Kontroversi Pidato Viktor Laiskodat yang Hebohkan Kubu Sebelah

Liputan389 – Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat dalam pidatonya di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuduh Partai Gerindra dan 3 partai lainnya sebagai partai intoleran dan pro khilafah. Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Bidang Advokat DPP Partai Gerindra Habiburokhman menyebut setiap fitnah yang datang ke partainya akan diproses melalui mekanisme hukum.

“Jelas kalau partai difitnah, kalau partai dicemarkan nama baiknya tentu ada mekanisme hukum,” ujar Habiburokhman saat dikonfirmasi Liputan389, Jumat 4 Agustus 2017. “Namanya ujaran itu kan kita harus betul-betul klarifikasi (apakah) memang yang disampaikan itu dengan maksud seperti itu gitu loh,” katanya.

“Kami akan klarifikasi dulu apakah benar orang yang di video itu adalah Viktor Laiskodat atau bukan. Yang kedua apakah video yang beredar itu utuh atau tidak, sehingga pesannya seperti apa,” tambahnya.

Namun Habiburokhman mengatakan jika pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap kebenaran video Viktor tersebut. Setiap ujaran yang disampaikan harus diketahui dengan pasti maksud dan tujuannya. Pihaknya juga akan memperjelas makna yang disampaikan Viktor dalam pidato tersebut. Hal ini karena Viktor ada menggunakan bahasa daerah dalam pidatonya.

“Yang mungkin mempunyai makna lain ya, yang kita tidak paham. Jadi kita akan berkoordinasi sama teman-teman Gerindra yang di NTT,” imbuhnya.

Habiburokhman menyebut Gerindra tidak serta merta merespons video pidato Viktor tanpa adanya klarifikasi. Pihaknya sangat menyayangkan jika maksud dan tujuan Viktor menyudutkan Partai Gerindra.

“Karena tidak ada rekam jejak partai kami yang menunjukkan partai kami intoleran dan tidak Pancasila. Sejak lahirnya Partai Gerindra hingga saat ini kita adalah garis terdepan dalam menjaga Pancasila, itu bisa dibuktikan, Pak Prabowo sendiri sepanjang karirnya di militer, di politik, juga tidak pernah anti Pancasila, jadi tidak benar kalau itu maksudnya. Jadi langkah hukum yang pertama menunggu hasil klarifikasi, dan silakan masyarakat menilai,” pungkasnya.

Video pidato Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat yang menuding Gerindra-PD-PKS-PAN pro-khilafah dan intoleran membuat berang banyak pihak. Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyebut pidato Viktor merupakan propaganda politik.

“Yang pasti, ucapan Bang Viktor cuma propaganda politik saja untuk persiapan Pilkada dan Pemilu 2019,” ujar Arief kepada wartawan, Jumat 4 Agustus 2017.

Arief mengatakan Viktor menyampaikan propaganda politik tersebut guna mendulang suara di Pemilu serentah tahun 2019 mendatang. Dia mengatakan Viktor tahu bahwa partainya akan habis di Pemilu 2019 dan dia harus melakukan propaganda politik. Menurut dia, pidato Arief cuma pepesan kosong. Rakyat tak akan terpengaruh oleh Viktor yang menuding empat parpol tersebut pro-khilafah.

“Agar NasDem mendapatkan suara nantinya. Sebab, mungkin dia sudah tahu kalau NasDem akan habis suaranya di Pemilu 2019. Maka, sudah mulai dia berkampanye dengan propaganda seperti itu terhadap parpol pesaing di luar pemerintahan,” kata Arief. “Pidato bang Viktor cuma pepesan kosong aja, tidak ada bukti. Lihat aja nanti rakyat terpengaruh atau tidak di Pemilu 2019,” tutur Arief.

Berpidato dalam suatu acara di NTT, Viktor bicara soal partai-partai politik yang dituduhnya pro-khilafah dan intoleran. Gerindra dkk disebut Viktor mendukung gerakan kekhilafaan.

“Sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran,” kata Viktor yang pidatonya bercampur antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Viktor sudah dihubungi soal pidatonya tersebut, namun yang mengangkat seorang perempuan yang diduga sekretarisnya. Perempuan itu mengatakan Viktor belum bisa menerima telepon karena masih kunker di dapilnya. Tudingan intoleran yang dilontarkan Ketua Fraksi Nasdem DPR Viktor Laiskodat terhadap 4 parpol. PAN menunggu permintaan maaf dari Viktor.

“Pernyataan itu secara tidak langsung telah menghapus sebagian sejarah demokrasi di Indonesia. Bayangkan, partai yang dituduh pendukung khilafah dan intoleran adalah partai yang kadernya pernah menjadi presiden, mantan calon presiden, ketua MPR, wakil ketua DPR, dan banyak menduduki posisi menteri dan jabatan-jabatan politik lainnya,” kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay dalam pernyataan tertulisnya, Jumat 4 Agustus 2017.

“Jika partai-partai itu intoleran dan mendukung khilafah, tidak mungkin bisa berkuasa dan mendapat tempat di masyarakat,” imbuhnya.

Viktor diminta untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Saleh mengatakan kebesaran seseorang tidak hanya diukur dari sebanyak apa tindakan benar yang dilakukannya, tetapi juga serendah apa hatinya untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kekhilafan yang pernah dilakukan. Permintaan maaf tersebut diyakini akan mengurangi kegelisahan dan keresahan di masyarakat.

“Kalau Pak Viktor tidak bisa menghormati pendapat dan pandangan partai lain, bukankah hal itu cerminan sikap intoleran itu sendiri? Sebaiknya, semua pihak perlu introspeksi demi menciptakan situasi kondusif yang diinginkan semua pihak,” ujar Saleh.

“Prinsip saling menghormati harus dikedepankan. Kami sangat menghormati Nasdem dan Pak Surya Paloh. Secara resiprokal, tentu kami pun merasa perlu dihormati secara proporsional,” sambungnya.

Dalam kaitan itu, PAN juga menghormati langkah Partai Gerindra, Demokrat, dan PKS dalam menyikapi persoalan ini. Termasuk jika mereka berencana menindaklanjutinya melalui jalur hukum. Selama langkah yang diambil sesuai dengan koridor hukum dan demokrasi, PAN akan menghargainya.

“Sepintas aku dengar, teman-teman dari Gerindra, Demokrat, dan PKS akan menempuh jalur hukum. Ada juga yang mengatakan akan melaporkan ke MKD (mahkamah kehormatan dewan). Aku kira, itu sah-sah saja. Silahkan, kita akan menghormati pilihan-pilihan teman-teman tersebut,” tutur Saleh.

“Di internal PAN sendiri sejak awal beredarnya video tersebut sudah ada keinginan untuk menempuh jalur hukum. Namun sebagian ada yang meminta agar Laiskodat diberi kesempatan untuk meminta maaf. Kalaupun nanti ada langkah hukum, PAN memastikan bukan untuk menambah kisruh suasana, tetapi lebih pada pembelajaran politik dan hukum bagi semua. Sebab, di dalam demokrasi, semua orang sama di mata hukum dan pemerintahan,” pungkas Saleh.

Viktor sudah dihubungi soal pidatonya tersebut, namun yang mengangkat seorang perempuan yang diduga sekretarisnya. Perempuan itu mengatakan Viktor belum bisa menerima telepon karena masih kunker di dapilnya. Pidato Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat di Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi kontroversi. Waketum Gerindra Fadli Zon mengecam pidato itu.

“Pernyataan ketua Fraksi Partai NasDem dalam pidato di NTT telah masuk ranah SARA, juga fitnah yang kejam pada Gerindra. Provokasi bodoh dan murahan,” ujar Fadli di akun twitter @fadlizon yang dikutip Liputan389, Jumat 4 Agustus 2017.

Pidato Viktor di NTT menyebar dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya dan juga ramai disorot di media sosial. Dalam pidatonya, Viktor menyebut Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PAN sebagai parpol yang intoleran dan mendukung ideologi khilafah.

Dalam pidatonya, Viktor menyebut partai-partai tersebut tak mendukung keberagaman. Dia meminta kepala daerah-kepada daerah yang diusung 4 parpol tersebut tak dipilih di pilkada. Protes datang tak hanya dari Gerindra. PAN, Demokrat dan PKS juga melayangkan protes keras.

Viktor sudah dihubungi soal pidatonya tersebut, namun yang mengangkat seorang perempuan yang diduga sekretarisnya. Perempuan itu mengatakan Viktor belum bisa menerima telepon karena masih kunker di dapilnya.

About the Author