Habiburokhman tersesat saat melewati jalan simpang Semanggi yang baru saja dibuka

Penjelasan Habiburokhman Usai Nyasar di Cincin Simpang Semanggi

Liputan389 – Habiburokhman nyasar di Simpang Susun Semanggi. Niat hati ingin ke Bundaran Hotel Indonesia (HI), Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang melintas dari arah Slipi itu malah menuju ke Senayan. Dia pun menumpahkan kekesalannya karena nyasar ke Twitter pribadinya. Cuitannya itu pun ramai dibahas netizen.

Saat dihubungi Liputan389, Kamis 3 Agustus kemarin, Habiburokhman berkisah tentang pengalaman nyasar di jembatan layang dengan bentang melengkung terpanjang di Indonesia itu. Pikirnya, simpang susun itu bisa mengantarnya ke segala arah.

“Aku kan sore mau ke Menteng. Aku kira bundaran itu canggih banget kayak di luar negeri. Kalau sudah di atas kita itu bisa ke arah mana saja. Kalau sudah naik bisa ke kanan, bisa ke kiri. Kayak Bundaran HI tapi posisi di atas,” kata Habiburokhman.

Alhasil, saat itu mobil yang ditumpangi Habiburokhman mengarah ke Senayan. Karena sedari awal ingin ke arah HI, dia memutar mobilnya di Bundaran Senayan.

“Aku dari arah DPR ke kiri, itu pun yang ke arah Bundaran HI-nya. Terlalu kecil, kecil sekali. Cuma muat 1,5 mobil Aku lihat. Di jantung Ibu Kota ada jalanan seperti itu,” tutur Habiburokhman.

Dia pun mengkritik simpang susun itu dengan sebutan ‘katrok’. Menurutnya, simpang susun itu tak sehebat yang didengung-dengungkan banyak orang.

“Cuma tambah bundaran saja itu, katroklah kalau bahasa Aku. Terlalu sederhana, memang tidak ada apa-apanya”.

“Jelek, tidak sehebat sebagaimana didengungkan oleh orang-orang yang lebay. Bayangan Aku jembatannya sih bagus, rekayasa lalinnya bagus, sehingga orang tidak mengalami nasib kayak Aku,” ujar Habiburokhman.

Habiburokhman lantas menyinggung penggagas pembangunan simpang susun tersebut. Ia menyinggung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang disebutnya selaku penggagas, tak ada apa-apanya.

“Penggagasnya juga tidak ada apa-apanya. Ahok itu tidak ada apa-apanya. Terlalu glorified, dibesar-besarkan. Padahal biasa saja. Penggagasnya juga biasa-biasa saja. Apa hebatnya si Ahok itu,” tutur Habiburokhman.

Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Habiburokhman menyamakan Simpang Susun Semanggi dengan jembatan kampung karena salah arah saat melintas. Sekda DKI Saefullah siap sedia membantu Habiburokhman.

Infographic Simpang Semanggi yang membingungkan Habiburokhman
Infographic Simpang Semanggi yang membingungkan Habiburokhman

“Aku minta kepada Habiburokhman hati-hati, jalan jangan kesasar. Mungkin rambu-rambu belum lengkap ya,” kata Saefullah di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 4 Agustus 2017.

Saefullah kemudian meminta Habiburokhman banyak membaca berita. Apalagi proyek Simpang Susun Semanggi sudah menjadi headline di berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

“Harusnya sih kalau dia udah lama di Jakarta tidak kesasar. Kan Simpang Susun Semanggi di media itu jadi headline, dibaca aja, ini dari mana ke mana. Kan udah jelas,” ujarnya. “Aku mohon maaf ke Pak Habiburokhman, telepon Aku dulu. Nanti Aku kasih tahu,” tuturnya.

Saefullah pun mempersilakan Habiburokhman tak ragu menelepon dirinya apabila memang membutuhkan petunjuk jalan. Dia akan dengan senang hati memberi penjelasan.

Sebelumnya diberitakan, Habiburokhman nyasar di Simpang Susun Semanggi saat akan melintas ke Menteng dari arah Slipi. Ia menyebut jembatan yang baru dioperasikan itu sebagai jembatan kampung.

“Kesannya terlalu sederhana, kayak jembatan kampung. Padahal kan itu jembatan dikomen secara lebay. Kayak proyek mercusuar,” kata Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu saat dihubungi Liputan389, Kamis 3 Agustus lalu.

Ia juga menuangkan pengalaman nyasarnya itu ke akun Twitter-nya. Ia menanyakan siapa penggagas Simpang Susun Semanggi. Dalam cuitannya itu tertulis: “Gara2 naik jembatan semanggi malah salah arah, mau ke Menteng jadi ke arah Senayan , ini siapa sich penggagasnya?”

About the Author