Fadli Zon dan Arief Poyuono Bertengakar, Prabowo Murka

0
24
views
Arief Poyuono bertengkar dengan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon
Arief Poyuono bertengkar dengan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon

Liputan389 – Dua Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon dan Arief Poyuono, ‘perang’ statement di media massa. Salah satu petinggi Gerindra lainnya, Sufmi Dasco Ahmad, meminta keduanya menurunkan ‘tensi’ dan menyelesaikan masalah di lingkup internal partai saja.

“Mari secara dewasa menyelesaikan masalah secara dewasa dan di internal, jangan perang di media gitu,” ujar Dasco dalam perbincangan dengan reporter Liputan389, Kamis 10 Agustus 2017.

Perang statement antara Fadli dan Arief itu berawal dari pernyataan Arief yang membuatnya dipolisikan oleh sayap partai PDIP. Bukannya membela, Fadli menyebut, partai akan memberikan sanksi kepadanya.

Lalu, Arief bermanuver dengan memberikan pujian setinggi langit untuk Presiden Joko Widodo (Presiden Jokowi) dan menyebutnya berpeluang memimpin Indonesia selama dua periode. Arief pun terkesan ‘menyelingkuhi’ Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang digadang-gadang akan kembali nyapres pada 2019.

Pernyataan itu ditanggapi lagi oleh Fadli. Wakil Ketua DPR tersebut menyebut Arief mencla-mencle. Tak terima, Arief lalu menyindir Fadli sebagai kacung neolib.

Masih tak cukup, Fadli kembali membuka serangan. Dia mengatakan membuat statement tersebut karena tengah sakit gigi. Lalu dia membongkar ‘aib’ Arief yang menurutnya sudah pernah mendapat teguran keras dari partai meski tidak menyebut dalam kasus apa.

Dasco, yang juga menjabat Waketum Gerindra, berharap kedua koleganya itu bisa bijaksana. Sebab, sebagai petinggi partai, sudah sewajarnya mereka memberikan contoh yang baik kepada jajaran di bawahnya.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR itu menyatakan perbedaan pendapat sudah biasa terjadi di lingkungan internal. Namun bukan berarti, kata Dasco, perselisihan harus diumbar di muka umum.

“Sesama petinggi partai, harusnya tidak layak seperti itu. Kan bisa membingungkan anggota,” kata Dasco. “Biasa kalau ada masalah antara pengurus, jajaran yang tidak dalam level tingkat atas. Tapi ini kan mereka sudah tingkat atas, masak polemik di media gitu,” tukasnya.

Bila terus melanjutkan perselisihan dan polemik seperti itu, Fadli dan Arief bisa saja membuat kesal Prabowo. Sebab, pada akhirnya partailah yang akan mendapat citra buruk.

Waketum Gerindra Fadli Zon tak ambil pusing disindir Poyuono kacung neolib. Malahan, ia mengatakan Arief pernah diberikan surat peringatan pertama (SP1) oleh Gerindra. Namun, ia tak merinci kasus apa yang membuat Arief di-SP1.

“Ya dulu pernah mendapatkan surat peringatan 1 biasanya kan nanti ada proses juga di dalam. Surat itu yang dulu, lama,” ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Mengenai sanksi, ia menyerahkan ke mahkamah partai. Fadli tidak mengetahui pasti apakah Arief akan dipecat dari Partai Gerinda. Namun yang jelas akan dilakukan sidang etik kepadanya.

“Ya nggak tahu kita lihat saja, ini bagi kami masalah kecil saja kok. Untuk pemanggilan belum tahu apakah sudah dipanggil atau belum,” imbuhnya.

Ia juga tidak merinci apakah sidang etik yang akan dilakukan terkait pernyataannya soal pernyataan PDIP ‘PKI’ atau pujian terhadap Presiden Joko Widodo.

“Aku kira mereka mencatatlah ada itukan urusan internal dari mahkamah partai. Nanti ada mekanisme lah terkait ucapan kan setiap partai pasti punya disiplin partai gitu ya,” ucap Fadli.

“Dan disipin partai itu biasanya perlu ditegakkan supaya ada kedisiplinan secara dispensasi,” sambung dia. “Ada mekanismenya Aku tidak terlalu hafal si itu. Kalau ditegur keras si sudah,” tutup Fadli.

Namun Fadli memastikan Arief telah mendapatkan teguran keras. Untuk pemecatan menurut Fadli itu masih ada mekanisme yang dilalui.

Comments

comments