Penyanyi Ello Tertangkap Karena Ganja

0
16
views
Penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello ditangkap karena kepemilikan Ganja
Penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello ditangkap karena kepemilikan Ganja

Liputan389 – Penyanyi Marcello Tahitoe atau akrab disapa Ello pada ditangkap polisi karena kedapatan memiliki ganja. Kasus penangkapan Ello ini terjadi tidak lama setelah artis lainnya, Tora Sudiro, juga ditangkap terkait kasus penyalahgunaan obat penenang dumolid.

Mengapa begitu banyak artis sepertinya rentan terlibat kasus narkoba, psikotropika dan zat adiktif (sering disebut dengan napza)? Menurut psikiater dr Andri, SpKJ, sebagian alasannya bisa karena kebutuhan untuk relaks di tengah kesibukan yang padat.

“Tentunya dengan kesibukan luar biasa yang seringkali melampaui batas kemampuan fisiknya mereka butuh alat bantu. Sayangnya berujung pada penggunaan zat stimulan,” kata dr Andri.

“Kita dalam dunia kedokteran jiwa memahami bahwa jenis stimulan ini biasanya digunakan untuk mendapatkan semangat dan rasa senang yang berlebihan,” ujar dokter yang sehari-hari praktik di Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera.

Selain untuk bisa mendapatkan semangat dan perasaan bahagia instan, artis juga bisa memakai napza agar bisa tenang tidak tegang. Beban mental dan fisik berlebih bisa ditanggung oleh para artis akibat tuntutan dari pekerjaan atau bahkan fansnya sendiri.

“Ganja yang didapatkan pada banyak kasus artis yang tertangkap adalah suatu zat yang berfungsi menenangkan seperti layaknya obat benzodiazepine. Ketegangan yang sehari-hari ditemui dengan jadwal padat mungkin membuat banyak artis tidak tenang, susah relaks, dan tidak bisa tidur,” kata dr Andri.

“Mereka akhirnya memilih jalan singkat untuk mengatasi hal tersebut tanpa berkonsultasi dokter,” pungkasnya. “Kalau pun nanti ada bukti dan pemeriksaan tambahan, biar penyidik yang lakukan. Tapi inti dari pemeriksaan kasus ini sudah selesai,” sebutnya.

Pemeriksaan terhadap Marcello Tahitoe menurut Chris sudah selesai pada hari ini. Ello kooperatif dengan proses hukum yang dilakukan polisi.

Chris menyebut pihaknya akan mengajukan rehabilitasi terhadap Marcello Tahitoe, Menurutnya Ello memang ingin sembuh dari penggunaan narkoba. Polisi menyebut Marcello ditangkap dengan barang bukti 1 paket ganja. Marcello ditangkap hari Minggu, 6 Agustus.

“UU mewajibkan setiap penyalahgunaan bisa direhab. Dasarnya adalah hasil assessment untuk klien kami,” ujarnya. “Iya ganja, satu paket,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan terpisah.

Iwan menuturkan Marcello Tahitoe ditangkap pada hari Minggu tanggal 6 Agustus. Namun polisi belum menjelaskan detail penangkapan. Pengacara Marcello, Chris Sam Siwu menyebut Ello ditangkap sejak 4 hari lalu.

“Nanti ya,” kata Iwan. “Sudah sekitar empat hari lalu,” katanya terpisah.

Kuasa hukum penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello, Chris Sam Siwu, mendatangi Polres Jakarta Selatan. Ello, menurutnya, masih diperiksa polisi.

Chris tiba di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Kamis 10 Agustus 2017 sekitar pukul 16.35 WIB. Dia menyebut Marcello Tahitoe ingin sembuh dari narkoba. Tapi dia tak tahu jumlah linting ganja yang menjadi barang bukti dalam penangkapan Ello.

“Nanti, pokoknya Aku sudah komunikasi dengan Marcello Tahitoe . Inti yang pertama bahwa Ello mau sembuh, itu saja. Ello mau sembuh. Aku lihat dulu,” kata Chris. “Kita lagi mau ketemu Ello. Nanti panggilan rehab secepatnya. Ello mau sembuh,” ujarnya.

Chris belum mau menjawab banyak soal barang bukti ganja yang disita dari Marcello Tahitoe. Dia menyebut pihaknya ingin Marcello Tahitoe menjalani rehabilitasi.

Polisi membenarkan penangkapan penyanyi Marcello Tahitoe yang akrab disapa Ello. Ello ditangkap diduga terkait kepemilikan ganja.

“Iya yang bersangkutan ditangkap. Indikasi ganja,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis 10 Agustus 2017.

Belum diketahui detail penangkapan Ello termasuk waktu penangkapan Ello. Rencananya penangkapan Ello akan dirilis Polres Jaksel.

Kepolisian belum memutuskan rehabilitasi Dominggus Marcello Tahitoe (DMT) alias Ello masih menunggu hasil assessment yang dilakukan. Marcello ditetapkan sebagai tersangka atas penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika jenis ganja.

“Kita proses hukum tetap berjalan, tetap dengan aturan dan ketentuan yang ada bahwa dengan jumlah barang bukti yang sedikit yang bersangkutan bisa dilakukan rehabilitasi. Begitu juga dari hasil nanti bagaimana keterangan dari assessment medisnya itu juga jadi pertimbangan kami untuk melakukan rehab terhadap yang bersangkutan,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Iwan Kurniawan di Mapolres Jaksel, Jl Taman Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis 10 Agustus 2017.

Marcello Tahitoe ditetapkan sebagai tersangka bersama DM. Sedangkan seorang lainnya yang ikut ditangkap pada hari Minggu, 6 Agustus dilepaskan polisi karena tidak cukup bukti soal kasus narkotika.

Penangkapan Ello diawali dari penyelidikan yang dilakukan tim Polers Jaksel selama hampir 1,5 bulan. Polisi kemudian melakukan penangkapan di Griya Kecapi, Jagakarsa.

“Dari hasil penggeledahan kami mengamankan 3 orang yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba dan benar pada waktu kita melakukan penggeledahan kita dapatkan barang bukti ganja sebanyak dua paket. (Beratnya) tidak sampai 5 gram sehingga dengan jumlah sekian kita bisa lakukan untuk rehabilitasi terhadap yang bersangkutan,” sambung Iwan.

Marcello Tahitoe dan DM dikenakan dengan Pasal 111 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengenai kepemilikan narkotika dan Pasal 127 mengenai penyalahgunaan narkotika.

Marcello Tahitoe alias Ello menyampaikan permohonan maaf karena terbelit kasus penyalahgunaan narkotika. Ello saat ini menghadapi proses hukum karena dugaan kepemilikan ganja.

“Sekali lagi Marcello Tahitoe menyatakan maaf sebesar-besarnya pada fans terutama dan kepada rakyat Indonesia karena memang diakui dia sebagai selebriti saat ini dia tersandung masalah,” ujar pengacara Ello, Chris Sam Siwu di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 10 Agustus 2017.

Marcello Tahitoe menurut Chris dalam keadaan sehat. Ello pun ikhlas harus menghadapi proses hukum di kepolisian. Soal berapa lama Marcello Tahitoe mengonsumsi ganja, Chris tak berkomentar. Pihaknya fokus terhadpap pendampingan Marcello Tahitoe.

Namun pengacara meminta agar polisi dapat merehabilitasi Marcello Tahitoe. Hal ini didasari dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur tentang kewajiban pecandu untuk melakukan rehabilitasi. Pengajuan rehabilitasi sudah dilakukan pihak pengacara.

“Kalau memang besok hasilnya ada dan bisa langsung rehab ya kami berharap secepatnya karena seorang penyalahguna secara UU kan sudah diatur, wajib direhabilitasi,” sebut Chris.

“Kami tidak fokus terhadap berapa lama dia memakainya, karena kalau menurut kami itu tidak fokus terhadap kasus hukumnya. Kasus hukumnya yang terjadi adalah penangkapan dia dini hari itu dengan barang buktinya ganja masalah gramnya, tanyakan pada pihak penyidik,” ujarnya.

Comments

comments