Johannes Marliem ditemukan tewa, Ia merupakan saksi kunci kasus korupsi e-ktp

Polisi dan Interpol Dalami Kematian Johannes Marliem di US

Liputan389 – Duta Besar RI untuk AS Budi Bowoleksono mengaku sedang mendalami kabar kematian saksi kunci kasus e-KTP Johannes Marliem di Los Angeles, Amerika Serikat. Namun pria yang akrab disapa Soni itu enggan memerinci soal tewasnya Johannes lebih jauh. Kabar Johannes tewas karena bunuh diri atau korban pembunuhan, kata Soni, juga masih didalami. Begitupun halnya saat ditanya status kewarganegaraan Johannes masih WNI atau sudah pindah jadi WNA.

“Menlu sudah memberi penjelasan, kami sedang mendalami detailnya,” kata Soni saat dimintai konfirmasi Liputan389, Jumat 11 Agustus 2017. “Kami sedang mendalami semua aspek terkaitnya,” katanya.

Sebelumnya, beberapa media lokal Los Angeles, seperti CBS Los Angeles, ABC7, dan NBC Los Angeles, menyebutkan Johannes tewas dengan luka tembak dengan dugaan bunuh diri.

Saat dimintai konfirmasi, Ketua KPK Agus Rahardjo meminta Liputan389 mencari kabar dari media-media LA. “Anda kan sudah dengar itu, dicari saja untuk meyakinkan berita itu, kan banyak berita digital dari LA,” kata Agus kepada Liputan389, Jumat 11 Agustus 2017.

Kemudian, Agus menyebutkan informasi yang dia dapatkan bukan hanya itu. Agus mengaku ada banyak sumber terkait kematian Johannes.

“Info kita bukan hanya itu, kita dapat info dari banyak sumber,” ucap Agus. Namun sayangnya, Agus tidak memerinci lebih jauh terkait hal itu.

Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP, dikabarkan tewas bunuh diri di Los Angeles, Amerika Serikat. Siapa sebenarnya Johannes?

Dalam surat tuntutan jaksa KPK terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto, keterlibatan Marliem sedikit diungkap. Dia merupakan provider produk Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1. Marliem juga merupakan Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik.

Teknologi itulah yang rencananya digunakan dalam proyek penerapan e-KTP. Namun, sampai proyek itu selesai, belum jelas benar apakah penggunaan sistem itu berhasil atau tidak.

Infografis jejak Johannes Marliem, saksi kunci Kasus Korupsi e-KTP
Infografis jejak Johannes Marliem, saksi kunci Kasus Korupsi e-KTP

Johannes juga disebut memberikan sejumlah uang untuk salah satu terdakwa, yaitu Sugiharto. “Setelah Konsorsium PNRI dinyatakan lulus evaluasi terdakwa II (Sugiharto) melalui Yosep Sumartono menerima uang dari Paulus Tanos sejumlah USD 300 ribu yang diterima di Menara BCA, Jakarta, dan dari Johannes Marliem sejumlah USD 200 ribu, yang diterima di Mal Grand Indonesia, Jakarta,” tulis jaksa dalam surat tuntutan seperti dikutip.

Uang USD 200 ribu itu disebut untuk kepentingan membayar advokat, yaitu Hotma Sitompoel. Selain itu, Sugiharto sempat membeli satu unit mobil Honda Jazz dengan uang yang didapatkan dari Johannes.

“Bahwa pada bulan Mei 2012 sampai November 2012, Terdakwa II melakukan pembayaran pekerjaan pengadaan sistem AFIS tahun 2012 yang produknya disediakan oleh Johannes Marliem. Pada bulan Oktober 2012, Terdakwa II menerima uang sejumlah USD 20 ribu dari Johannes Marliem melalui Husni Fahmi, yang kemudian ditukarkan oleh Terdakwa II sehingga memperoleh sekitar Rp 190 juta. Kemudian Terdakwa II menggunakan sebesar Rp 150 juta untuk membeli 1 unit mobil Honda jazz nomor polisi B-1779-EKE dan sisanya sebesar Rp 40 juta untuk kepentingan pribadi Terdakwa II,” tulis jaksa dalam surat tuntutan.

Johannes sendiri mendapatkan keuntungan USD 14.880.000 dan Rp 25.242.546.892 dalam proyek itu.

“Bahwa atas pembayaran sistem AFIS tersebut di atas, Johannes Marliem memperoleh keuntungan sebesar USD 14.880.000 dan Rp 25.242.546.892,” sambung jaksa.

Beberapa media lokal Los Angeles (LA) seperti CBS Los Angeles, ABC7, dan NBC Los Angeles menyebutkan bila Johannes Marliem tewas dengan luka tembak dengan dugaan bunuh diri. Namun, Ketua KPK Agus Rahardjo tidak sepenuhnya percaya.

Awalnya tim redaksi Liputan389 mencoba mengonfirmasi terkait kabar tewasnya Johannes tersebut ke Agus. Agus meminta Liputan389 untuk mencari kabar dari media-media LA.

“Anda kan sudah dengar itu, dicari saja untuk meyakinkan berita itu, kan banyak berita digital dari LA,” kata Agus kepada Liputan389, Jumat 11 Agustus 2017.

Kemudian ketika Liputan389 mencoba mengonfirmasi sebuah berita dari media lokal LA, Agus menyebut bila informasi yang dia dapatkan tidak hanya itu saja. Agus mengaku ada banyak sumber terkait kematian Johannes.

“Info kita bukan hanya itu, kita dapat info dari banyak sumber,” ucap Agus.

Namun sayangnya Agus tidak merinci lebih jauh terkait hal itu. Sementara itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah hanya mengonfirmasi soal tewasnya Johannes tanpa merinci lebih jauh.

“Aku” dapat info Johannes meninggal dunia. Kami belum dapat info rinci karena ini terjadi di Amerika. Proses penyidikan kasus ini akan tetap berjalan. Info lebih rinci otoritas dari aparat pihak setempat,” ujar Febri.

Kabar soal tewasnya seorang pria di Beverly Grove di Los Angeles ini diberitakan oleh sejumlah media lokal, di antaranya CBS Los Angeles, ABC7, dan NBC Los Angeles. Diberitakan bahwa kawasan Beverly Grove di Los Angeles ditutup sekitar pukul 05.00 sore waktu setempat sekitar 600 blok dari North Edinburgh Avenue. Reporter media lokal melaporkan seluruh area di sekitar Melrose dan Crescent Heights ditutup.

Peristiwa itu awalnya dari laporan telepon ke FBI yang kemungkinan diteruskan LAPD (Los Angeles Police Department) pada Rabu 9 Agustus malam lalu. Para petugas yang tiba di lokasi menduga ada seorang anak kecil dan seorang wanita di dalam rumah bersama seorang pria.

Para petugas pun melakukan negosiasi. Pada akhirnya, wanita dan anak kecil itu dibawa keluar oleh laki-laki itu sekitar pukul 07.30 malam.

Sementara, laki-laki itu ditemukan tewas di dalam rumah sekitar 02.00, Kamis 10 Agustus 2017 dini hari. Namun belum diketahui pasti apa penyebab laki-laki itu tewas, diduga kemungkinan besar dia menembak dirinya sendiri.

Dari penelusuran, laki-laki itu diduga adalah Johannes Marliem. Kabar tersebut mengonfirmasi postingan di Instagram dari dengan akun mir_at_lgc. Dia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marliem.

Dia memposting foto bersama Marliem dan seseorang yang disebutnya CEO of Lamborghini. Dalam kolom komentar, ada akun citywhips yang menyebutkan soal insiden The Beverly Grove di mana Marliem tinggal dan diamini oleh akun mir_at_lgc tersebut.

About the Author