Saksi Kunci Kasus Korupsi e-KTP Tewas, Siapa Pembunuhnya?

0
29
views
Johannes Marliem ditemukan tewa, Ia merupakan saksi kunci kasus korupsi e-ktp
Johannes Marliem ditemukan tewa, Ia merupakan saksi kunci kasus korupsi e-ktp

Liputan389 – Kantor imigrasi membuka catatan perlintasan Johannes Marliem, saksi kasus e-KTP yang diberitakan tewas di Los Angeles, Amerika Serikat. Johannes tercatat terakhir meninggalkan Indonesia pada Agustus 2016.

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan hanya ada dua perlintasan terakhir atas nama Johannes Marliem. Dua perlintasan kedatangan dan keberangkatan yang berjarak sebulan.

“Departure (keberangkatan) tanggal 21 Agustus 2016 pukul 19.38 WIB dari Soekarno-Hatta dengan NH856 tujuan Narita (Tokyo) menggunakan paspor nomor B4506941,” kata Ronny saat dihubungi Liputan389, Sabtu 12 Agustus 2017.

Johannes tercatat tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 23 Juli 2016 pukul 23.27 WIB dengan paspor nomor A1712448. Sebelum meninggalkan Indonesia, Johannes sempat mengganti paspor menjadi B4506941.

“26 Juli 2017 penggantian paspor di Kanim Jakpus,” ujarnya.

Sebelumnya, ucapan dukacita disertai dengan foto supercar Bugatti dan tagar #bleugatti mengalir di Instagram. Akun @bleugatti disebut merupakan milik Johannes Marliem. Namun, saat dicek, akun itu terkunci.

Komentar-komentar di akun Instagram tersebut mengkonfirmasi bahwa @bleugatti yang tewas merupakan Johannes Marliem dan dia tewas dalam kejadian di Beverly Grove. Dilansir dari media lokal CBS Los Angeles dan NBC Los Angeles, ada seorang pria bersenjata yang membarikade dirinya sendiri di dalam sebuah rumah di Beverly Grove. Dia ditemukan tewas pada Kamis 10 Agustus 2017 pagi waktu setempat dengan luka tembak.

Polri belum menerima informasi resmi terkait berita tewasnya saksi kunci kasus e-KTP, Johannes Marliem, di Amerika Serikat. Interpol RI akan berkoordinasi dengan Interpol AS soal tewasnya Johannes itu.

“Secara resmi, kita belum dapat berita dari Kedutaan atau Kementerian Luar Negeri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi Liputan389, Sabtu 12 Agustus 2017.

“Iya dicek kok, paling antara Interpol Amerika dan Interpol Indonesia akan koordinasi,” sambungnya.

Biasanya, kata Setyo, bila ada warga negara Indonesia yang meninggal di luar negeri, kedutaan setempat akan memberi informasi. Setelah itu, pihak Kementerian Luar Negeri RI akan memberi tahu Polri.

“Sejauh ini belum dapat info, itu nanti dicek Kementerian Luar Negeri. Seharusnya Kemenlu mendapatkan laporan dari kepolisian setempat, ya,” ujarnya.

“Kami sedang mendalami semua aspek terkaitnya,” kata Budi Bowoleksono saat dihubungi Liputan389, Jumat 11 Agustus.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan akan mengecek kabar tersebut. “Soal Johannes, Aku akan cek dulu ke Dubes (RI di AS),” kata Menlu Retno dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi di Wisma Penta Rabobank, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat 11 Agustus kemarin.

Duta Besar RI untuk AS Budi Bowoleksono juga belum memberikan jawaban soal berita tewasnya Johannes. Pihaknya masih mendalami apakah Johannes bunuh diri atau dibunuh, termasuk soal status kewarganegaraan Johannes saat ini.

Comments

comments