Kasus chat porno kembali terjadi, kali ini ada di jakarta Utara

Heboh Kasus Chat Porno Guru Bahasa Inggris di Jakarta Utara

Liputan389 – Kasus chat porno seorang guru ke siswi SMP jadi sorotan. Kasus itu terjadi di sebuah SMP swasta terkenal di Jakarta Utara. Pelakunya adalah guru bahasa Inggris berinisial TS (25 tahun). Dia merupakan wali kelas di sebuah sekolah swasta terkenal di Jakarta Utara, yang dikirimi chat adalah siswinya.

TS (25 tahun) seorang guru di SMP swasta terkenal di Kawasan Jakarta Utara ditangkap polisi karena mengirim chat porno ke siswinya. Tak hanya ke seorang siswi, TS diduga mengirim ke 4 siswi.

“Semalam sudah diperiksa 4 siswa dengan orang tuanya, mereka mengaku dikirimi berbagi gambar porno,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan saat dikonfirmasi Liputan389, Minggu 13 Agustus 2017.

AKBP Hendy mengatakan polisi mendapat laporan dari orang tua siswi soal kelakuan nyeleneh TS. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan ternyata pengaduan orang tua para siswi itu benar adanya.

“Kami lakukan penangkapan, karena di Jakarta pernah punya pengalaman buruk dengan hal serupa, sehingga kita akan dalami apakah sudah ada siswi atau siswa yang menjadi korban perilaku asusila sebelumnya, pendalaman siswa siswi lain yang menjadi korban chat porno, serta tindakan pencegahan perilaku menyimpang lainnya,” tutur AKBP Hendy.

Sejauh ini polisi belum menemukan indikasi adanya tindak asusila terhadap 4 siswi yang dikirimi chat porno. Namun polisi masih melakukan pendalaman.

“KPAI meminta pelaku dihukum seberat-beratnya. Agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi orang lain yang berpotensi melakukan hal sama,” kata Ketua KPAI, Susanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 12 Agustus 2017.

Susanto mengatakan guru harus menjadi pelindung bagi anak muridnya. Namun yang dilakukan guru tersebut justru sebaliknya. Sementara itu, KPAI mengapresiasi Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap guru tersebut. Sebelumnya, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan menangkap TS (25 tahun) karena diduga kerap mengirim konten pornografi ke siswinya.

“Guru seharusnya jadi pelindung bagi anak muridnya. Namun ini justru melakukan tindakan senonoh. Ini mencederai dunia pendidikan dan mendegradasi profesi guru. Apapun alasan dan motifnya tidak dibenarkan,” jelas Susanto.

“Hingga tadi malam, dari keempat siswi yang kita periksa masih sebatas dikirim chat porno. Apabila dalam perkembangan penyidikan ada korban yang mendapat perilaku menyimpang, maka kita berikan trauma healing,” ujar AKBP Hendy.

“TS mengirimkan pesan kepada muridnya yang isinya konten pornografi dan tidak sepantasnya dilakukan seorang guru sebagai pendidik kepada muridnya,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada Liputan389, Sabtu 12 Agustus 2017.

Chat dilakukan di aplikasi messenger LINE. Siswi yang dikirimi chat mesum mengadu ke orang tuanya.

Orang tua yang resah itu kemudian mengadukan perbuatan TS itu ke Polda Metro Jaya. TS lalu ditangkap oleh tim Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Ari Cahya Nugraha di sekolahnya di kawasan Jakarta Utara pada Kamis 10 Agustus 2017.

“Tersangka ini sering nge-chat muridnya pada malam hari,” imbuhnya.

Modus TS adalah dengan mengajak ngobrol korban melalui LINE. Apabila memang mendapat tanggapan dari korban, tersangka lalu mengirimkan foto-foto dan chatingan-nya yang berkonten pornografi.

About the Author