Kenapa Anggota TNI yang Gila Tidak Dipecat?

0
139
views
Anggota TNI yang dianggap gila tidak dipecat, kira-kira kenapa alasannya?
Anggota TNI yang dianggap gila tidak dipecat, kira-kira kenapa alasannya?

Liputan389 – Serda Wira Sinaga yang memukul anggota polantas di Pekanbaru disinyalir mengalami gangguan kejiwaan. Hal tersebut menimbulkan tanda tanya, mengapa prajurit yang jiwanya terganggu masih tetap aktif bertugas?

“Kalau ada anggota ataupun prajurit yang terindikasi mengalami gangguan jiwa, biasanya terdeteksi rekan-rekannya atau pimpinan di satuannya,” ujar Kadispen TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh dalam perbincangan dengan Liputan389, Minggu 13 Agustus 2017.

Prajurit yang terindikasi mengalami gangguan jiwa menurutnya diwajibkan untuk berobat dan didampingi petugas kesehatan. Dari hasil pemeriksaan dokter, menurut Denny, treatment yang diberikan pun berbeda-beda tergantung dari penyakit orang tersebut.

“Kalau memang perlu dirawat atau diisolir ya dirawat di rumah sakit bagian kejiwaan. Kalau dianggap hanya perlu berobat jalan ya biasanya diberi obat saja, sambil melaksanakan dinas ringan,” sebutnya.

Menurut Denny, prajurit yang mengalami gangguan kejiwaan bisa saja diberhentikan dari TNI. Namun itu untuk yang gangguan kejiwaan nya berat dan atas rekomendasi dari dokter.

“Prajurit yang mengalami gangguan kejiwaan berat bisa saja dihentikan dengan hormat dari ikatan dinas, kalau memang direkomendasikan oleh dokter dan dinilai sudah tidak layak lagi menjadi prajurit,” terang Denny.

Jajaran TNI tetap akan memberikan perawatan terbaik bagi prajuritnya yang mengalami depresi atau pun masalah kejiwaan lainnya. Sebisa mungkin perawatan diberikan sampai prajurit tersebut sembuh dan bisa kembali bertugas dengan normal.

“Prajurit yang terindikasi gangguan kejiwaan tetap diperlakukan seolah-olah tidak ada sesuatu. Tetapi penugasan tetap kita batasi, artinya tugas-tugas yang mengandung resiko tidak lagi diberikan. Seperti petugas dinas dalam atau latihan yang tidak menggunakan senjata,” paparnya.

Serda Nopriadi Wira Sinaga yang bertugas di Korem 031 Wiba Bima disebut mengalami skizofrenia. Wira pun tengah menjalani pengobatan jalan.

“Pemeriksaan medis yang bersangkutan pada April lalu menjalani pengobatan di rumah sakit. Dan dari dokter dinyatakan yang bersangkutan itu sakit gangguan kejiwaan skizofrenia,” terang Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Edi Hartono saat ditemui di kantornya di Medan, Jumat 11 Agustus 2017.

Selama bertugas di Korem Wira Bima, Serda Wira Sinaga ditempatkan di bagian tim intelijen tanpa jabatan. Menurut Kolonel Edi, Serda Wira mengalami gangguan jiwa sudah sejak 6 bulan terakhir.

Edi menyebut, anggota kepolisian di wilayah Pekanbaru sudah mengetahui ‘keanehan’ WS itu. Bahkan jajaran Polri di lingkup Pekanbaru disebutnya sudah maklum atas tingkah Serda Wira itu.

“Ke kantor itu apel yang lain pakai seragam, dia tahu-tahu nyelonong pakaian preman sendiri. Di pojokan. Perlu pengobatan khusus lah. Teman-temannya juga, mungkin kawan polisi juga tahu dia depresi gitu. Jadi mungkin maklum. Teman-teman polisi di sana sih memang maklum dengan kondisi orang ini. Sudah tahu,” tutur Edi sebelumnya.

Saat ini, jajaran POM masih melakukan pemeriksaan terhadap Serda Wira. Dia sudah ditahan karena memukul Polantas dan akan diberikan sanksi.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Edi Hartono menyebut, Serda WS mengalami gangguan kejiwaan pada April 2017 lalu. Dia lalu menjalani pengobatan.

“Yang bersangkutan pada April lalu menjalani pengobatan di Rumah Sakit. Yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan,” katanya saat ditemui di Kantornya di Medan, Jumat 11 Agustus 2017.

Edi menyebut, setelah mengetahui Serda WS mengalami gangguan kejiwaan, pihaknya langsung menindak lanjuti untuk memberikan tindakan medis.

“Mungkin setelah itu, ada perkembangan bagus (kondisi Serda WS). Dia kembali ke kesatuan dan berobat jalan. Kalau dibiarkan tentu (dikhawatirkan) semakin parah. Makanya diberikan kesibukan kegiatan,” sambungnya.

Edi memastikan, proses hukum Serda WS dari kejadian itu tetap berlanjut. Dia pun kini sedang dilakukan pemeriksaan di Pekanbaru.

Comments

comments