Anggota DPR kembali membuat onar dengan ingin membuat apartemen mewah dengan kolam renanng di dalamnya

Heboh Soal Apartemen Mewah Untuk Anggota DPR

Liputan389 – DPR masih mewacanakan pembangunan apartemen mewah untuk anggota dewan di bekas lahan Taman Ria Senayan menyusul adanya rencana kenaikan anggaran menjadi Rp 5,7 triliun. Apabila memang nantinya terealisasi, akankah apartemen tersebut didirikan fasilitas seperti kolam renang?

“Aduh tidak lah klaau soal pembangunan kolam renang itu. Mana ada kita bangun kolam renang?” ujar Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga Hasrul Azwar saat dihubungi Liputan389, Senin 14 Agustus 2017 malam.

Hasrul mengataka, belum ada desain untuk rencana pembangunan apartemen mewah itu. Ia menekankan bahwa dirinya tidak mengetahui detail rencana tersebut,

“Aku tidak tahu detailnya, Aku belum menguasai detailnya,” kata Hasrul. “Tidak ada itu rencana pembangunan apartemen, belum ada itu rencana itu,” tuturnya.

Infografis Miringnya Gedung Anggota DPR
Infografis Miringnya Gedung Anggota DPR

Bahkan Hasrul membantah ada rencana pembangunan apartemen itu. Hasrul enggan berkomentar banyak terkait apartemen mewah ini, karena dirinya belum mengetahui lebih jelas.

Sebelumnya diberitakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencuatkan rencana pembangunan apartemen mewah di Taman Ria, Jakarta. Menurutnya hal itu dibuat agar anggota dewan lebih dekan dengan gedung DPR.

“Apartemen jangan salah, itu tanah milik Setneg telah diserahkan ke Grup Lippo. Tadinya mau dibikin mal, kami menentang, jangan dong dibikin mal. Kalau mau bikin apartemen supaya anggota DPR punya kesempatan relokasi biar dekat. Kan mulia itu,” ujar Fahri Jumat 11 Agustus 2017.

Fahri mengatakan nantinya apartemen mewah akan terintegrasi dengan gedung DPR sehingga para anggota Dewan tak perlu jauh lagi ke kantor. Ia juga mengatakan anggaran yang dikeluarkan untuk apartemen pada 2018 ‘hanya’ Rp 500 miliar. Anggaran itu akan dipakai untuk pembangunan fondasi apartemen.

Wakil ketua DPR Fahri Hamzah menjelaskan wacana pembangunan apartemen untuk anggota dewan di Taman Ria Senayan tak akan memakai kas negara dan uang pembangunan berasal dari swasta. Pendapat Fahri langsung dimentahkan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) yang menyebut sumber dana berasal dari APBN. Mana yang benar?

Wacana ini bergulir saat Fahri melontarkan usulan untuk penataan kawasan parlemen pada Kamis 10 Agustus 2017. Dengan mendirikan apartemen di Taman Ria Senayan, alasannya agar anggota DPR lebih dekat dengan Gedung DPR.

“Jadi jangan berbicara apartemen dulu, jadi kita punya tanah besar di Kalibata juga di Slipi. Itu sebenarnya milik Setneg. Sebenarnya ada juga tanah milik Setneg di Taman Ria, itu dalam desainnya kalau anggota DPR nanti tidak perlu naik kendaraan di masa akan datang,” ujar Fahri. “Anggaran swasta. Tidak ada urusannya sama kita,” kata Fahri.

Selanjutnya, dalam wawancara dengan wartawan, Senin 14 Agustus 2017 Fahri menyebut biaya yang digunakan untuk membangun apartemen dari pihak swasta. Sehingga tidak memakai kas negara.

Fahri juga menjelaskan pada awal munculnya wacana ini. Ia bercerita bahwa ada tanah milik Setneg, yaitu Taman Ria Senayan. Sebelumnya tanah tersebut akan dibangun pusat perbelanjaan. Namun ditentang oleh anggota DPR periode 2009-2014, berangkat dari hal tersebut akhirnya Fahri mengusulkan untuk dibangun sebuah apartemen.

“Tidak ada pembangunan apartemen itu. Tolong teman-teman ingat ulang omongan Aku, di luar sana ada tanah namanya tanah punya Setneg, Taman Ria. Tanah itu tadinya mau dibangun mal oleh pengembangnya, ditentang oleh anggota DPR periode lalu. Akhirnya ditutup, tidak jadi,” cerita Fahri. ‘

“Mendingan dibikin apartemen. Ini bukan uang negara. Itu haknya ada di Setneg. Pakai uang swasta,” tambahnya.

Lain dengan Fahri, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR membantah pernyataan Fahri soal biaya pembangunan apartemen. Pada hari yang sama, Ketua BURT Anton Sihombing mengatakan pembangunan apartemen itu dibebankan ke APBN.

“APBN dong. Emang dari mana? Yang membangun kan bukan DPR. Yang membangun pemerintah,” terang Anton kepada wartawan.

Anton juga menjelaskan pembanguna apartemen ini masih sebatas wacana. Meski setuju dengan usul Fahri soal pembangunan apartemen, namun untuk biaya BURT ingin masuk dalam APBN.

“Kita lihat nanti. Harus ada dong. Sudah aku bilang, rumah DPR itu jauh, ya tidak? Sudah tidak memadai, lebih bagus lebih dekat. Tapi itu nanti seluruh pembahasan anggaran,” ucapnya.

lantas pernyataan mana yang benar untuk biaya pembangunan APBN? Apakah masuk APBN atau seperti kata Fahri mengandalkan pihak swasta? Anton mengatakan semua pembahasan akan dilakukan sesuai pembacaan nota keuangan oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2017.

Pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal pembangunan apartemen baru DPR di lahan Taman Ria Senayan oleh swasta dimentahkan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR. BURT DPR menyebut, apabila memang apartemen itu jadi dibangun, dananya pasti berasal dari APBN.

“APBN dong. Emang dari mana? Yang membangun kan bukan DPR. Yang membangun pemerintah,” kata Ketua BURT Anton Sihombing di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 14 Agustus 2017.

Anton mengatakan wacana pembangunan apartemen DPR di Taman Ria masih sebatas wacana. Pembahasannya akan dilakukan seusai pembacaan nota keuangan oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2017.

“Pembahasan nota keuangan baru tanggal 16. Baru pemerintah dan DPR membahas baru diketok. Baru UU APBN tahun 2018. (Anggaran apartemen) Itu nanti setelah nota keuangan,” ujar Anton.

Menurut Anton, anggaran untuk pembangunan apartemen DPR harus ada di APBN. Hal ini, menurut Anton, karena rumah dinas anggota DPR kurang dekat dengan kantor.

“Kita lihat nanti. Harus ada dong. Sudah aku bilang, rumah DPR itu jauh, ya tidak? Sudah tidak memadai, lebih bagus lebih dekat. Tapi itu nanti seluruh pembahasan anggaran,” ucapnya.

About the Author