Heboh SMA Wahid hasyim Terapkan Full Day School

0
12
views
SMA Wahid Hasyim di Pauruan yang menjadi trending topik karena menerapkan full day school
SMA Wahid Hasyim di Pauruan yang menjadi trending topik karena menerapkan full day school

Liputan389 – Penerapan full day school di SMA Abdul Wahid Hasyim Jombang ditunjang dengan kelengkapan sarana sekolah. Mulai dari tempat ibadah bagi siswa, hingga fasilitas makan siang.

Sekolah di bawah naungan Yayasan Hasyim Asyari, Pesantren Tebuireng Jombang ini mempunyai 759 siswa. Tentunya bukan perkara mudah untuk mencukupi fasilitas berupa tempat ibadah dan makan siang bagi siswanya.

Untuk salat duha di pagi hari, salat duhur dan asar, pihak sekolah menggunakan lapangan bola basket. Maklum saja, sekolah ini belum mempunyai masjid. Apalagi setiap salat digelar secara berjamaah. Selain itu, tempat wudu juga disediakan di depan hampir semua kelas.

“Dengan Full day school kami ingin memastikan saat anak-anak pulang sudah salat asar, makanya tempat salat harus luas,” kata Kepala SMA AWH Hari Winarto kepada Liputan389 di kantornya, Rabu 16 Agustus 2017.

Lantaran jam belajar mulai pukul 06.45-15.30 Wib, makan siang juga harus tersedia bagi para siswa. “Kalau makan siang siswa mendapatkan suplai dari jasa boga pesantren,” ujarnya.

Setiap jam makan siang tiba, yakni setelah salat duhur pukul 13.00 Wib, para siswa berbondong-bondong menuju ke jabo. Sebagai sekolah berbasis pesantren, tentunya tempat makan siswa putra dan putri di tempat terpisah.

Tempat makan para siswa ini cukup sederhana karena berada di ruang terbuka dengan deretan kursi dan meja. Menu makan siang pun ala kadarnya. Seperti siang tadi, siswa disuguhi makan siang berupa nasi, sayur dan lauk tahu goreng serta perkedel.

“Urusan kegiatan belajar mengajar, kami mempunyai 59 guru,” ungkap Hari. “Jadi, sepulang sekolah anak-anak tinggal di asrama pondok dan mengikuti kegiatan di pondok,” tandas Hari.

Menginjak pukul 15.00 Wib, siswa kembali diajak untuk salat asar di tempat yang sama. Hanya saja, SMA AWH tak kesusahan untuk urusan transportasi siswa sepulang sekolah. Pasalnya, 95% pelajar di sekolah ini merupakan santri di Pesantren Tebuireng. Jarak asrama dengan sekolah cukup dekat, jadi tidak ada masalah yang menghambat mereka dari segi akomodasi.

Comments

comments