Ada Pembantaian Ibu Dua Anak dan Pacarnya di Mojokerto

0
15
views
Terjadi pembunuhan ibu dua anak dan kekasihnya, di Mojokerto diduga pelaku adalah suaminya sendiri
Terjadi pembunuhan ibu dua anak dan kekasihnya, di Mojokerto diduga pelaku adalah suaminya sendiri

Liputan389 – Tragedi berdarah terjadi di Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto, Senin 21 Agustus 2017. Seorang ibu rumah tangga dan kekasihnya ditemukan tewas bersimbah darah.

Korban adalah Komariah (44 tahun) sang pemilik rumah, sedangkan kekasihnya Ahmad Wiyono (50 tahun), warga Desa Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto.

Ibu dua anak itu ditemukan tewas bersimbah darah di ruang tengah rumahnya dengan posisi terlentang. Sementara pacar korban tewas mengenaskan di halaman rumah korban.

Ketua RT 3 RW 6 Slamet Hariadi mengatakan, pembantaian sepasang kekasih ini terjadi sekitar pukul 01.00 Wib. Pelaku satu orang datang ke rumah korban membawa sebilah celurit.

“Pelakunya datang diantar orang naik motor, langsung menyerang korban kemudian pergi dibonceng pengantarnya yang sudah menunggu,” kata Hariadi kepada wartawan di lokasi.

Tak hanya itu, dua anak korban yang terbangun mendengar keributan di rumah tersebut, sempat diserang pelaku. Beruntung mereka berhasil kabur sehingga luput dari kekejaman pelaku.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto AKP Sutarto mengatakan jasad kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari untuk autopsi.

Menurut dia, Komariah tewas akibat luka bacok di pinggang kiri. Tiga jari korban putus. Sementara Wiyono mengalami luka bacok di perut kanan dan luka tusukan di dada kanan.

Komariah diketahui telah pisah ranjang dengan suaminya namun belum resmi bercerai. “Kami masih selidiki pelakunya, para saksi sedang dimintai keterangan,” tandasnya.

Ibu dua anak dan kekasihnya ditemukan tewas dibantai di rumahnya, Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto. Pelaku diduga suami korban.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto AKP Sutarto mengatakan, korban Komariah (44 tahun) sekitar setahun pisah ranjang dengan suaminya. Namun, korban dengan suaminya belum resmi bercerai.

Kendati begitu, ibu dua anak ini berencana akan menikah lagi dengan pria lain. Pria idaman Komariah adalah Ahmad Wiyono (50 tahun), warga Desa Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto.

Meski belum terikat pernikahan, korban nekat tidur serumah dengan kekasihnya. Seperti saat pembantaian terjadi dini hari tadi. Komariyah sedang tidur di ruang tengah rumahnya bersama Wiyono.

“Pelaku suami korban, ibu Komariah,” kata Sutarto saat dihubungi Liputan389, Senin 21 Agustus 2017.

Dugaan polisi itu, lanjut Sutarto, diperkuat dengan keterangan saksi kunci dua anak korban yang melihat perbuatan kejam pelaku. Selain dengan Wiyono, Komariah tidur serumah dengan dua anak laki-lakinya yang berusia 19 dan 23 tahun.

Menurut dia, mendengar ada keributan di rumah tersebut, edua anak korban terbangun dan keluar dari kamarnya. Kedua remaja itu memastikan si pelaku adalah ayah mereka, Saiman (55 tahun), warga Sampang, Madura. Terduga pelaku diketahui berprofesi sebagai tukang becak yang tempat tinggalnya tak tetap.

“Identitas pelaku sudah jelas. Kedua anak korban menjadi saksi kunci yang melihat langsung pelakunya. Selain itu, tetangga korban juga banyak yang tahu,” ujarnya.

Sutarto menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengejar pelaku yang diduga kabur ke Sampang usai melakukan pembantaian. Komariah ditemukan tewas di rumahnya bersama sang kekasih sekitar pukul 01.00 Wib. Ibu dua anak itu dalam kondisi terlentang di ruang tengah rumah dengan luka bacok di pinggang dan tiga jarinya putus. Sementara kekasihnya, Wiyono tewas di halaman rumah Komariah dengan luka bacok di perut dan dada.

Comments

comments