Menelusuri Misteri Aliran Uang Jemaah di Perusahaan First Travel

0
14
views
Polisi tidak yakin dan percaya begitu saja dengan menemukan uang di buku tabungan bos milik First Travel, pasangan suami istri Andhika Surachman
Polisi tidak yakin dan percaya begitu saja dengan menemukan uang di buku tabungan bos milik First Travel, pasangan suami istri Andhika Surachman

Liputan389 Polisi tidak yakin dan percaya begitu saja dengan menemukan uang di buku tabungan bos milik First Travel, pasangan suami istri Andhika Surachman dan Aniessa Hasibuan yang hanya sebesar Rp 5juta. Untuk mengetahui dan mencari jejak aliran uang dari 34 ribu jemaah dengan total nilai uang sebesar Rp 550 miliar yang digunakan kedua suami istri tersebut, polisi bergabung dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Pemerintah.

Polisi bekerja sama dengan PPATK dalam bidang perbankan untuk mencari dan mengetahui aliran uang yang digunakan oleh pemilik First Travel tersebut. Sedangkan itu, sebagian polisi lebih fokus mencari aset dan saham yang dimiliki oleh First Travel.

“Saat ini kami sedang menulusuri asset. Kemudian dalam masalah perbankan, kami bekerja sama dengan PPATK untuk mencari dan mengetahui di mana uang-uang jamaah yang sudah dikutip itu karena dari buku tabungan yang kami ketahui hanya berisi uang sebesar Rp 5 juta,” kata Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono Sukmanto dalam acara Workshop Polri dan Imparsial di Hotel Grand Sahid, Sudirman, Jakarta (29/8/17).

Sedangkan itu, PPATK menginformasikan data penelusuran aliran dana jemaah First Travel ke Bareskrim. PPATK menyebutkan ada indikasi aliran dana First Travel yang masuk ke dalam rekening pribadi tersangka tersebut.

“Untuk perjalanan bisnisnya, dia memberangkatkan jamaah umrah ya ada, yang pribadi juga ada. Kita memberikan keterangan apa saja yang dimintai oleh kawan-kawan penyidik,” kata Direktur Bekerja Kerja Sama dan Humas PPATK Brigjen Firman Shantya Budi di Bareskrim, Jakarta (28/8/17).

PPATK melakukan pemblokiran 50 akun rekening yang dimiliki oleh pemilik First Travel. Total keseluruhan dana yang berada di akun rekening tersangka itu mencapai Rp 7 miliar.

“Sisa dana tersebut ada yang dari rekeningnya. Kita sudah memblokir 50 akun rekening yang di dalamnya terdapat dana sebesar Rp 7 miliar,” sebut Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, Jalan H. Juanda, Jakarta (29/8/17).

Setelah itu Badar mendatangi kantor Menko Polhukam Wiranto untuk membicarakan dana jemaah First Travel. Wiranto menyebutkan bahwa pemerintah tidak menutup mata soal kasus First Travel.

“Pemerintah tidak menutup mata soal masalah tersebut, kita akan mencoba untuk tetap mengamankan konsumen atau publik dari perilaku perusahaan yang faktanya sangat merugikan kepentingan masyarakat dan konsumennya,” kata Wiranto, Jakarta (29/8/17).

Dari perhitungan penyelidik atas bisnis perusahaan First Travel tersebut, perusahaan yang dimiliki oleh Andika itu tidak memiliki untung sedikitpun karena harga yang di tawarkan terlalu murah untuk harga paket umrah yang ditawarkan. Perusahaan First Travel hanya mengantongi uang yang disetorkan oleh calon jemaah.

“Dari penyelenggaraan dalam penyidikan, First Travel tidak mendapatkan keuntungan sama sekali, karena faktanya pemakaian anggaran yang disetorkan oleh jemaahnya tersebut,” imbuh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Rikwanto dalam perjumpaan pers di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Comments

comments